Showing posts with label note. Show all posts
Showing posts with label note. Show all posts
Thursday, November 12, 2015 0 komentar

Teksmu Harimaumu

Mengapa muncul ungkapan mulutmu harimaumu?
Ah, pasti semua orang tahu maksud ungkapan itu. Tapi tidak semua orang paham maksudnya, bahkan mengamalkan maknanya.

Saya pun juga masih belajar mengamalkannya. Jadi saya tidak bilang jika saya pun berhasil setiap saat dalam pengamalannya.

Tapi sekarang, ungkapan itu agaknya harus diubah. Teksmu harimaumu. Maksa? Tentu. Haha. Mengapa saya perlu mengubah ungkapan itu?

Monday, September 21, 2015 0 komentar

Don't Understand

Sometimes you do not understand how it can happen,
but that is what happens now.
Wednesday, July 8, 2015 0 komentar

Let's Say Alhamdulillah

ketika anda ingin mengkritik orang lain, maka anda harus siap terlebih dahulu dikritik. ketika anda bertanya-tanya apa hak anda, maka anda harus tahu terlebih dahulu kewajiban anda. ketika anda membandingkan diri anda dengan orang lain yang anda nilai lebih beruntung, maka anda harus bandingkan diri anda terlebih dahulu dengan orang lain yang tidak seberuntung anda.


ketika anda semakin sering memandang ke atas, semakin jarang pula anda memandang ke bawah. ketika hasil perbandingan diri anda dengan orang lain itu timpang di mata anda, dan menunjukan anda kalah atau tidak mendapat keadilan, maka suara terbanyak adalah mengeluh. mempertanyakan mengapa anda tidak mendapatkan hal seperti yang anda bayangkan. anda mulai mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. berbicara ke semua orang bahwa anda tidak mendapat keadilan. membuat status di semua jejaring sosial yang anda miliki. berharap manusia pemberi keadilan kepada anda itu membaca dan mengerti perasaan anda. namun anda lupa, bahwa anda tidak berteman di jejaring sosial dengan manusia pemberi keadilan kepada anda itu. lalu apa yang anda harapkan dengan membuat status itu? namun anda juga lupa, pemberi keadilan itu juga manusia seperti anda. menuntut keadilan juga, meski berbeda konteks dengan keadilan versi anda. mereka juga manusia yang punya perasaan, yang juga menuntut pengertian dari anda. namun anda pun lupa, bahwa keadilan datangnya dari Tuhan pencipta alam semesta yang turun melalui tangan manusia.
Monday, May 25, 2015 0 komentar

Perjuangan (?)

ketika anda memperjuangkan seseorang, apakah sebenarnya ada juga berharap ingin diperjuangkan olehnya?
bila kata berharap kurang sesuai karena tidak ingin dianggap pamrih, maka sejujurnya apakah anda ingin juga diperjuangkan olehnya seperti anda memperjuangkan dia?
dan kemudian anda menyakini hukum timbal balik di dunia
anda yakin bahwa sudah sepantasnya dia juga memperjuangkan anda
lalu bagaimana jika anda tidak mendapatkan timbal balik itu
jika dia tidak memperjuangankan anda seperti anda memperjuangkan dia?
marahkan anda?
atau anda berhenti memperjuangkannya?
dan kemudian anda berkata "kau ini tidak menghargai perjuanganku"

pertanyaan selanjutnya adalah ..
apakah dia menyuruhmu untuk memperjuangkannya?
ternyata tidak
namun anda sendirilah yang berinisiatif
entah inisiatif darimana
anda pun juga terkadang tidak mampu menjawabnya

lalu pantaskan anda berujar seperti itu?
menuntut dia menghargai perjuangan anda
padahal dia tidak meminta anda memperjuangkannya
bukankah anda sendiri yang berkata bahwa perjuangan itu tidaklah pamrih?

It doesn't matter guys!!
Whatever people don't notice the good that you do
The matters is that Allah notices it
Thursday, April 2, 2015 0 komentar

Percayalah Allah Maha Adil

Apapun yang terjadi, apapun yang dikatakan orang lain, apapun yang didengarkan oleh orang lainnya lagi .. biarkanlah ..
Kembalikan semuanya pada Penciptanya ..
Membuatmu sakit hati?
Ah itu biasa terjadi
Tinggal kitanya yang bersabar, mengikhlaskan dan memaafkan ..
Biarkanlah orang lain menilaimu dari sudut pandangnya saja.
Tentu kamu tidak bisa memaksanya memandangmu dari sudut pandangmu, ataupun dari sudut pandang orang lainnya lagi.
Apalah arti itu semua? Karena pemilik keadilan bukan mereka.
Syukuri saja kita bisa merasakannya secara langsung, karna itu kita jadi tau buruknya seperti apa lalu baiknya seperti apa.

Percayakan semuanya pada Allah
Itu saja :] karena fitnah tidak akan bertahan lama
Dan kebenaran akan selalu terungkap.
 
;