Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Monday, July 25, 2011 0 komentar

Rio Haryanto Raih Juara di Jerman








Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Jerman :D Rio Haryanto tampil cemerlang dengan meraih juara pada seri GP3 di race I pada balapan yang digelar di sirkuit Nurburgring tersebut.

Kemenangan pertama Rio pada balapan seri GP3 ini didapat melalui balapan di tengah hujan. Pembalap Marussia Manor Racing ini berhasil mencapai finis di depan pembalap MW Arden, Lewis Williamson dan Valtteri Bottas bersama Lotus ART setelah bertarung ketat selama tiga lap terakhir dengan ban kering ditrek basah.

Penampilan cemerlang ini melengkapi hasil bagus di sesi kualifikasi, yang Rio mendapat posisi grid tiga. Tapi balapan dengan ban kering ditrek yang diguyur hujan cukup menyulitkannya. "Sebelum balap tim memutuskan untuk memakai ban kering karena hanya gerimis. Pada awalnya karena hanya gerimis jadi tidak mempengaruhi mobil saya, tapi pada lima lap terakhir hujan mulai turun lebih keras dan saya pun kesulitan mendapatkan cengkraman," ujar Rio pada konferensi persi usai balapan seperti yang dikutip situs resmi GP3.

"Tapi dalam 3-4 putaran terakhir, kecepatan saya lebih baik dari Williamson dan saya bisa melewatinya. Saya sangat sangat senang dengan hasil ini karena bisa menang dalam kondisi sulit," lanjutnya.

Jalanan yang licin memang bisa menjadi kesulitan karena bisa membuat mobil keluar jalur atau kehilangan titik pengereman. Rio pun sedikit membocorkan triknya agar bisa bertahan. "Saya hanya berusaha berjalan semulus mungkin dan mencari jalur paling kering. Kami tidak boleh terburu-buru dan membuat kesalahan," jelasnya.

Ketika ditanya mengapa terlihat sangat emosional di atas podium, pemuda berusia 19 itu pun langsung menjawab. "Ini adalah saat yang spesial dan sejujurnya saya sedikit speechless. Saya dari Indonesia dan tidak banyak pembalap dari sana yang bisa menang dalam kondisi seperti ini. Ini adalah hari yang spesial," pungkas Rio.
Friday, January 7, 2011 0 komentar

Berangkat dari Piala AFF 2010


Euforia Piala AFF 2010 gaungya menggema ke seluruh Indonesia. Bahkan sampai ke negara tetangga, Malaysia, dimana ribuan masyarakat Indonesia sedang bekerja disana. Meski Indonesia hanya menempati posisi runner up, namun sepatutnya kita berbangga hati atas prestasi tersebut di tengah-tengah kelesuan prestasi persepak-bolaan di negeri ini. Bahkan Presiden kita, SBY, menilai hal ini sebagai awal yang baik bagi kebangkitan persepak-bolaan nasional.



Sepak bola merupakan olah raga yang paling popular di seluruh dunia. Meski hanya memerlukan sebelas pemain namun nyatanya untuk mencari sebelas pemain bertaraf internasional di antara sekitar 230 juta penduduk Indonesia bukan pekerjaan yang mudah. Padahal olah raga ini telah menghabiskan triliyun rupiah setiap tahunnya. Belum lagi untuk membangun sarana dan prasarana untuk memfasilitasi olah raga ini di seluruh Indonesia. Betapa mahalnya.


Oleh karena itu diperlukan sebuah desain pengembangan yang tangguh dan kokoh. Sehingga membuahkan prestasi tingkat internasional yang patut dibanggakan. 

Namun tetap saja, sehebatnya apapun desain pengembangan tesebut tidak akan membuahkan prestasiyang optimal bila tidak disertai dengan perbaikan mental pemain, pelatih, management dan penontonnya. 

Pemain, pelatih, management dan penonton yang sportif akan turut mempercepat laju perbaikan kualitas persepak-bolaan nasional. Dan jangan lupa, jangan sampai ada politisasi dan pemalsuan tiket tanda masuk.
Saturday, January 1, 2011 0 komentar

Semrawutnya Penjualan Karcis

Di tengah euphoria kemenangan Timnas Garuda selama lima kali pertandingan dalam Piala AFF, muncul gelora nasionalisme yang membara di masyarakat. Puluhan ribu bahkan ratusan ribu penggemar bola menyerbu stadion olah raga Bung Karno untuk mendapatkan karcis untuk menyaksikan secara langsung tim kesayangan mereka bertanding.

Karcis yang harganya paling murah 50 ribu rupiah itu laris manis terjual habis. Padahal di babak penyisihan dan semi final, harga karcis mencapai 500 ribu rupiah. Bahkan dalam laga final nanti harga karcis tertinggi sudah dipatok satu juta rupiah. Sedangkan harga termurah sebesar 75 ribu rupiah. Meskipun setelah diprotes oleh Presiden SBY harga karcis terendah diturunkan menjadi 50 ribu, namun tersirat adanya orang-orang yang berusaha mengambil keuntungan dalam kesempitan.

Ada satu hal lagi yang memalukan yakni pelayanan penjualan karcis yang semrawut. Ribuan orang harus mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan selembar karcis. Padahal banyak diantara mereka yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Seharusnya panitia bisa memanfaatkan teknologi internet untuk menjualnya Atau bekerja sama dengan stasiun radio dan pihak lain untuk memasarkannya, sehingga pemasaran tidak menumpuk di Senayan. Bahkan bisa memanfaatkan cabang-cabang PSSI di seluruh Indonesia.

Friday, December 24, 2010 0 komentar

Bangkitnya Rasa Nasionalisme

Garuda, kesebelasan nasional Indonesia di bawah asuhan Alfred Fridl menunjukkan prestasi yang menggembirakan. Tim ini menjadi satu-satunya tim yang belum pernah terkalahkan selama empat kali pertandingan dalam Piala AFF 2010. 

Kegembiraan para penggemar bola melambung ke angkasa, menumbuhkan kebanggaan dan menghidupkan kembali semangat nasionalisme yang sedang lesu. Dahulu, Bung Karno pernah membangkitkan rasa nasionalisme dengan membakar semangat massa untuk menghadapi musuh bersama-sama dengan semboyan “Ganyang Malaysia”. Pak Harto di masa orde baru mencoba menyemaikan jiwa nasionalisme melalui penataran P4.

Kini, para tokoh di masa reformasi nampak gagap menyaksikan nasionalisme bangsa ini  yang semakin memudar. Pemberantasan KKN yang mereka canangkan ternyata tidak mudah dilakukan. Bahkan terlihat menemui jalan buntu. Dari satu presiden ke presiden yang lain tidak menunjukkan prestasi yang berarti. Sebaliknya mafia hukum, mafia pajak, dan mafia narkoba bergentayangan dimana-mana dan semakin subur saja. 

Padahal untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme itu caranya sangat sederhana ciptakan prestasi di berbagai sisi, sehingga memberikan kebanggaan dan kecintaan kepada negeri sendiri dan inilah embrio nasionalisme yang harus diketahui dan dimanfaatkan.
Saturday, December 18, 2010 0 komentar

Hari Anti Korupsi

Hari anti korupsi se dunia, 9 Desember 2010 diperingati berbagai elemen masyarakat dengan demonstrasi ke berbagai instansi penegak hukum. Masyarakat sudah merasa muak dengan lemahnya penegakkan hukum di negeri ini, sehingga seorang Gayus yang hanya seorang PNS Golongan IIIB mampu menjerumuskan banyak orang ke dalam penjara karena akal bulusnya. 

Meskipun dia sudah dijebloskan ke dalam rumah tahanan, tetapi dia mampu menyuap banyak orang supaya dia dapat pergi ke luar rutan. Dan akhirnya menyebabkan oran yang disuap dijebloskan pula ke dalam rutan. 

Mwelalui kerja sama dengan beberapa pengusaha Gayus mampu mengantongi uang milyaran rupiah, sehingga ketika berurusan dengan aparat dia mampu menyuap berbagai pihak dan mampu membayar mahal lawyer terkenal. Ekspresi wajahnya yang dingin menunjukkan betapa profesionalnya dia dalam kejahatan yang dia lakukan. Raut mukanya yang tanpa penyesalan menunjukkan bahwa dia tidak jera dengan resiko yang bakal diterimanya. Bahkan dia merasa begitu percaya diri karena adanya orang-orang besar di belakang layar yang siap membelanya demi menyembunyikan aib mereka. 

Menghadapi mafia yang sangat kuat seperti ini tidak ada salahnya kalau aparat penegak hukum mempertimbangkan usulan HUKUMAN MATI bagi kasus korupsi. Andaikan saja  DPR berkenan mempertimbangkan hukum Islam, potong tangan untuk para pencuri termasuk koruptor. Mungkin saja persoalan curi-mencuri dan korupsi di negeri ini segera teratasi dan tidak merajalela lagi.
Friday, December 10, 2010 0 komentar

Sang Ketua Baru KPK

Busyro Muqaddas telah resmi diangkat sebagai Ketua KPK yang baru dengan masa jabatan selama satu tahun. Namun demikian di atas pundak Busyro Muqaddas telah dibebankan tugas yang sangat berat yakni memberantas korupsi di negeri yang korup ini. 

Selama ini banyak pejabat dibantu oleh ribuan personil telah ditugasi untuk memberantasnya namun mengalami kegagalan. Mereka yang tidak berdaya karena ulah para tersangka maupun terdakwa korupsi yang menyuap mereka. 

Belum lagi ditambah dengan jurus ampuhnya para anggota mafia hUkum yang membuat para penegak hukum bersimpuh di atas lutut mereka. Maka tidak mengherankan kalu tugas Busyro Muqaddas dalam situasi seperti ini sangat berat. Apalagi agenda utama yang didesakkan oleh para anggota DPR adalah menyelesaikan kasus Bank Century. Sebuah kasus yang melibatkan banyak pihak dan banyak uang. Dalam konteks ini mampukah KPK yang dipimpin oleh Busyro menyelesaikan kasus bank Century? Semoga dengan prinsip sekali bersih tetap bersih, KPK yang telah didirikan dengan niat yang bersih, akan bekerja dengan bersih dan mengakhiri masa tugasnya dengan bersih pula.
Friday, November 19, 2010 0 komentar

Arti Kunjungan Obama

Meski kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barrack Hussein Obama ke Indonesia hanya dalam waktu yang sangat singkat  namun ternyata cukup menggemparkan media massa. Pidatonya yang mempesona di kampus UI (Universitas Indonesia) menjadi perhatian dunia. Masa kecilnya yang beliau habiskan selama empat tahun di Indonesia, cukup memberikan kontribusi bagi dirinya dalam membangun kepribadiannya. Paling tidak terhadap sikapnya yang toleran dalam menghadapi berbagai perbedaan.

Dalam pidatonya di Kairo, Obama berinisiatif untuk memperbaiki hubungan antara Amerika Serikat dengan dunia Islam yang selama ini telah terkoyak. Seperti membangun sikap saling percaya dan menyingkirkan sikap saling curiga antar Amerika Serikat dan dunia Islam. Meskipun kita tahu bahwa kecurigaan dan rasa saling tidak percaya itu tidak bisa dihilangkan, namun paling tidak bisa diminimalisir.

Dalam hubungannya dengan Indonesia, Presiden SBY dan Obama sepakat untuk membangun kemitraan yang komprehensif. Meliputi hubungan dagang, pendidikan, energi, politik dan keamanan. Dalam hubungan dagang Obama berharap Amerika akan menjadi mitra nomor 1 bagi Indonesia. Begitu pula dalam hal pendidikan Obama berharap lebih banyak pelajar Indonesia yang belajar di Amerika dan sebaliknya.
Friday, November 5, 2010 0 komentar

3 bencana, tak berarti ?

Banjir di Wasior
Pesawat Skytruck sepulang mengantar bantuan untuk korban banjir di Wasior jatuh di Nabire. Tragedi ini menewaskan 5 orang awaknya. 

Belum selesai Pemerintah menangani bantuan untuk korban banjir di Wasior, Papua, gunung Merapi di Pulau Jawa meletus memuntahkan awan panas, dan di kepulauan Mentawai, Sumatra barat terjadi gempa bumi 7,2 skala Richter yang menyebabkan terjadinya tsunami dengan ketinggian air mencapai 7 meter. 

Tsunami di Mentawai
Puluhan orang menjadi korban letusan Merapi dan lebih dari 300 orang ditemukan tewas karena tsunami di Mentawai. Masih ada lagi, lebih dari 400 orang yang hilang ditelan air laut yang menyapu daratan Pulau Pagai Selatan dan Pagai Utara. 

Bencana alam yang lain masih menunggu giliran mengancam manusia. Namun kebanyakan mereka lalai, tidak mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi. Gunung Merapi yang setiap saat mengancam, menimbulkan kerepotan bagi banyak anggota masyarakat tersebut mengapa tidak diatasi dengan mengosongkan daerah rawan secara permanen saja? 

Gunung Merapi Meletus
Andai radius 7 km dari puncak Merapi dikosongkan lalu penghuninya dipindahkan ke tanah Pemerintah yang lain milik Pemda atau Kementrian kehutanan, niscaya mereka akan lebih aman. Buatkan mereka perumahan, ganti tanah-tanah mereka di tempat baru dan lakukan pendekatan secara persuaif, kemungkinan mereka akan menurut. Dengan begitu daerah sekitar puncak Merapi bisa dihutankan sebagai daerah peresapan air untuk menambah sumber air.
Friday, October 15, 2010 0 komentar

Belajar dari Musibah

Banjir bandang di Wasior, Papua Barat telah menelan banyak korban jiwa dan harta benda. Beberapa perkampungan rata tanah karena diterjang air bah. Sementara itu bantuan sulit untuk mencapai lokasi karena jalan-jalan tertutup lumpur dan terbenam tanah. Peristiwa ini mengingatkan kita akan musibah tsunami di Aceh dan gempa di Padang, Sumatra barat. Sayangnya, bangsa kita ini tidak pandai mengambil pelajaran dari peristiwa yang menimpanya. Hanya beberapa saat ketika terjadi musibah mereka ingat kepada Allah, mereka memohon ampun kepada Allah, mereka meminta pertolongan kepada Allah. Setelah musibah berlalu, mereka lupa bahwa diri mereka tetap saja menjadi hamba Allah dan makhluk yang lemah yang membutuhkan pertolongan Allah.

Kita perlu mengingat lagi bahwa Allah telah berjanji. Bila penduduk satu negeri itu beriman dan bertakwa, maka Allah akan melimpahkan barakah-Nya dari langit dan bumi. Namun bila mereka ternyata malah mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah akan menurunkan siksaan kepada mereka karena perbuatan mereka sendiri. Berita gembira sekaligus peringatan Allah itu tercatat dalam Al Quran dan tetap selamanya akan tertulis di sana sampai kiamat. Sampai kiamat pula kalau manusia melanggar ketentuan-Nya, maka Allah tidak akan segan-segan mendatangkan musibah. Sebaliknya, jika manusia mentaati-Nya dengan beriman dan bertakwa, maka Allah akan limpahkan barakah-Nya dari langit dan bumi untuk penduduk negeri itu. Sedangkan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
 
;