Showing posts with label movie. Show all posts
Showing posts with label movie. Show all posts
Wednesday, June 18, 2014 0 komentar

The Things That I Got From 22 Jump Street

Jalan hidup setiap manusia itu berbeda-beda, tentu ujian hidupnya pasti berbeda

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Tiap pribadi manusia itu unik. Memiliki sifat, sikap dan kebiasaan yang berbeda. Benar! Manusia itu unik. Karena itu Tuhan memberikan jalan kehidupan yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Hal yang disukai, hal yang dibenci, hal yang diperhatikan dan hal yang diabaikan tentu berbeda. Begitu juga dengan ujian hidupnya, tidak mungkinlah sama.

Terilhami dari film 22 Jump Street yang beberapa waktu lalu saya tonton, saya ngga nyangka bakal dapat pembelajaran yang ngena banget sama keadaan saya *cieee . Sederhananya seperti ini ..

Persahabatan atau pertemanan itu ngga harus selalu bersama. Karena jalan hidupnya bisa berbeda. Tapi karena satu tujuan jadi bisa saling bantu untuk mencapainya.

Persahabatan atau pertemanan itu ngga harus mulus tanpa pertengkaran. Karena justru dengan adanya 'gesekan' akan makin membuatmu paham bagaimana sahabat atau temanmu itu.

Meski kau punya teman baru, tetaplah teman lamamu lebih mengerti dirimu. Karena teman lamamu yang melihat bagaimana kau tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa seperti saat ini.

Ketika kau berulang kali mencoba namun tetap gagal, bukan berarti kau akan gagal selamanya. Suatu saat kau akan berhasil, tentu dengan usaha yang berbeda dan lebih keras lagi.

Di dunia ini ada 'down' dan 'up'. Itulah sahabat atau temanmu. Terkadang kau mengira bahwa dia hanya membuatmu 'down' dan mengganggu (atau bahkan mencuri mimpimu), tapi suatu saat kau akan tahu itulah cara untuk menjadikanmu 'up'.

Mungkin sahabat atau temanmu tidak bisa menolong atau membalas kebaikan seperti yang kau lakukan kepadanya, bukannya tidak niat, tapi akan ada suatu saatnya nanti sahabat atau temanmu itu akan menolongmu dengan caranya sendiri.

Nah untuk kalimat terakhir terilhami ketika Si Schmidt mencoba membalas kebaikan Jenko di 21 Jump Street. Pada film 21 Jump Sreet Jenko melindungi Schmidt dari tembakan pengedar narkoba dengan merelakan dirinya untuk tertebak. Dan Jenko akhirnya tertembak di bagian lengannya. Nah di 22 Jump Street ini, Si Schmidt ingin membalas jasa Jenko dengan mencoba hal yang sama, yakni merelakan dirinya tertebak untuk melindungi Si Jenko. Pake slow motion gituu di filmnya, dan taraaa .. Si Schmidt gagal melindungi Si Jenko dan Si Jenko tetap tertembak, di lengannya (lagi). Hahaa .. lucu sih cara mengemas filmnya. Tapi belum selesai ceritanya. Ada momen ketika waktu itu mereka berdua bergelantungan di helikopter guna mengejar pengedar narkoba itu. Lama-lama kelamaan Jenko ngga kuat bergelantungan dan akhirnya kekuatan tangannya ngga mampu nahan beratnya lagi. Dan .. happp!! Si Schmidt menangkap tangan Si Jenko. "You save me! You save me, Schmidt!" 

Sekian :) Semoga setiap film tidak hanya memberi hiburan, membuatmu tertawa atau menangis. Tapi selalu mencoba memahami makna yang ingin disampaikan.



Tuhan memang menciptakan kita, manusia, berbeda.
Bukan menginginkan kalian, manusia, untuk dengki satu sama lain.
Namun Tuhan ingin kalian, manusia, saling memahami, menghormati dan mendukung satu sama lain.
Friday, July 12, 2013 0 komentar

The Blue Umbrella

beberapa waktu yang lalu, akhirnya saya keturutan nonton nih hehe nonton kartun lebih tepatnya. Monster University. iyaapp selagi nunggu film nya diputar, seperti biasa Pixar menayangkan film pendeknya. lucu dan manis banget menurutku (´⌣`ʃƪ) jadi ceritanya itu tentang payung biru sama payung merah. ngga ada percakapan diantara mereka namun yakin deh pasti paham sama maksud filmnya.

setelah sekian lama, akhirnya saya cari di internet. ternyata memang belum ada, alias belum diunggah. adapun rekaman tangan manusia di bioskop. ngga jelas begitu ┌(_o_)┐ jadi saya nemunya cuma review dari orang yang sadar dan touched sama film pendek ini (◦'⌣')♥('⌣'◦) dan ini salah satu review nya. ini nih sumbernya.


Title : The Blue Umbrella
Production House : Pixar Studio
Director : Saschska Unseld
Genre : Romance
Runtime : 6′
Release Date : June, 21th 2013 (Together with Monster University)
Format : Motion-Photorealism-Animation

Pernahkah kamu melihat sebuah film yang direkam kemudian disatukan dengan animasi seolah-olah mereka menyatu dalam setiap adegan? Pastinya kalian mungkin teringat dengan film seperti Garfield dan TED yang menyatukan animasi dengan realism film. Tentunya setiap pihak yang terlibat dalam film seperti ini harus sangat berhati-hati dengan akting dan timing agar film terlihat semakin nyata.

Walau begitu, kalian akan menemukan sesuatu yang berbeda dari ‘The Blue Umbrella’. Film pendek yang menceritakan kesederhanaan sebuah payung di tengah hujan dan usaha untuk meraih impiannya begitu menarik untuk diikuti. Bersama dengan Monster University, Pixar kembali menyatakan sebuah kisah fiksi yang sederhana namun memiliki makna yang dalam dan indah untuk dinikmati dari segala aspek.

Di keramaian sebuah kota besar, hujan pun turun. Semua orang membuka payungnya agar mereka tidak kebasahan. Payung-payung itu terlihat begitu kelam, seiring dengan gelapnya awan dan mungkin yang memegangnya.

Walau begitu, ada satu payung yang terlihat begitu cerah. Tidak tahu siapa nama pria yang memegangnya,  tapi payung itu berwarna biru. Berbeda dari payung yang lain, payung biru itu begitu ceria akan kehadiran hujan. Payung itu begitu dikenal oleh lingkungan sekitarnya, sehingga tidak heran kalau mereka sangat menyayangi payung itu. Sayangnya, ia tidak punya teman sejenis untuk bersenang-senang.

Payung biru merasa senang dengan kehadiran payung merah yang ada di dekatnya. Walau begitu, masing-masing pemilik memilih jalan yang berbeda, sehingga mereka pun harus terpisah. Angin badai dan pikiran sang payung biru yang begitu keras membuat ia tiba-tiba terlepas dari tangan sang pemilik. Petualangan singkat bersama dengan teman-teman dari berbagai barang yang ada di kota itu membuat ia sadar bahwa ia membutuhkan sang payung merah.

Film ini sebetulnya sederhana. Dengan memanfaatkan rekaman adegan-adegan di kota dan animasi di beberapa bagian (terutama untuk kotak surat, tepian jalan, dan gedung-gedung), film ini lahir dengan menampilkan keindahan urbanisme di tengah hujan. Mungkin dari beberapa bagian kita bisa melihat simbol-simbol kehidupan seperti payung hitam dan keramaian kota setelah pulang kerja. Saya masih kurang tahu apakah payung biru dan payung merah mengisahkan isi hati dari pemiliknya atau memang masing-masing payung memiliki kesadaran akan inginnya seorang teman yang sejenis satu sama lain.

Walau begitu, film ini sungguh nikmat dalam waktu 6 menit. Kita tidak hanya disuguhkan oleh kisah yang ringan namun bermakna, kualitas animasi dan photo-realism yang sungguh mempesona, tetapi juga musik yang indah dan sesuai untuk didengar. Dengan kualitas musik dari Jon Brion dan vokal lembut oleh penyanyi Sarah Jaffe, kita bisa menikmati film ini dari segala aspek. Keindahan hujan pun bisa kita rasakan di sini dan menenangkan. Rasanya tidak ingin lepas dari film ini meski hanya dalam waktu 6 menit.

Mungkin animasi singkat ini tidak seluar biasa Paperman yang dikerjakan oleh Disney, tapi tetap menangkap hati pecinta animasi dan realism-motion di dunia, terutama untuk pecinta Pixar. Terlepas dari ‘Disney yang semakin Pixar dan Pixar yang semakin Disney’, film ini akan membuktikan bahwa Pixar terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pecinta animasi di seluruh dunia.

Dan pada akhirnya, seperti Paperman, film ini mengajarkan kita bahwa di kondisi apa pun, ketika kita percaya dan berusaha akan impian kita, percayalah kita akan sampai pada impian kita.
Thursday, September 1, 2011 2 komentar

Eight Below - Dog's Story

This is a continued of previous post Eight Below
And this the story of dogs on the movie ...

Four days after the dogs were left at base camp, they eventually break free of their chains, except for Old Jack and Max. Eleven days later, Max finally breaks free, but Old Jack, who's too old to go with the others on their journey, dies at the base camp. The dogs now begin hunting seals, sea gulls, and penguins in order to keep from starving. However, one night whilst looking at the southern lights, one of the dogs, Dewey, falls off a steep slope and is fatally injured. The dogs show their affection for their teammate, but eventually have to move on. The youngest dog, Max, stays with Dewey a little longer and is separated from the rest.
Max finds his way back to where McClaren fell into the ice earlier and spots a dead Orca. He has a nibble until he is attacked by a nearby leopard seal that fiercely guards its meal. The other dogs also find their way to the dead Orca and Max gets the leopard seal's attention so the rest can eat. But the leopard seal quickly sees what's happening, bites Maya on the leg and nearly kills her. Max and the other dogs fiercely chase him off. Maya manages to survive, but her leg is seriously injured.
The rest of the pack continue to hunt for food. Maya refuses food brought for her, and gives pack leadership to Max, who has shown bravery, leadership and compassion.
The dogs manage to find their way close to the base camp where Shepard and his rescue team are arriving. Shepard and the five dogs have a happy reunion. Max leads Jerry to the injured Maya, and he is able to rescue her as well. The final scene shows a grave for Old Jack and Dewey.
1 komentar

Eight Below

One of my favorite movie 
This is 2006 American adventure movie.
Let's go to the story :) and this is the storyline of the movie...

In 1993, Jerry Shepard is a guide at an Antarctica research base under contract with the National Science Foundation. UCLA professor, Dr. Davis McClaren arrives at the base and presses Shepard to take him to Mount Melbourne to attempt to find a rare meteorite from Planet Mercury. Shepard does so against his own intuition, which tells him that it is too late in the season (January) to complete such a treacherous route. Worried about the snowmobiles breaking through the thinning ice or falling in a crevasse, Shepard tells his boss and McClaren that the only way to get to Mount Melbourne is by dog sled.
Shepard and McClaren make it to Mount Melbourne but are immediately called back to base camp due to an approaching storm. McClaren begs for some time, and Shepard gives him half a day. McClaren finds what he was looking for and the two head back to the sled.
Shepard pauses to patch up one of the dogs (Old Jack) whose paw is bleeding. McClaren, while walking around to get a better radio connection with base, slides down an embankment when a soft ledge gives way. His landing at the bottom cracks the thin ice and McClaren ends up breaking through. Shepherd is able to get his lead dog Maya to take a rope to McClaren and the dog team pulls him from the water.
Now, as they battle hypothermia, frostbite and near whiteout conditions, Shepard and McClaren have to rely on the dogs' stamina and keen sense of direction to get them back to base. The injured people are immediately evacuated, along with all other personnel, due to the storm, which is expected to intensify. With too much weight in the plane to carry both people and dogs, the human team medically evacuates Shepard and McClaren with a plan to return later for the dogs. The dogs are temporarily left behind, but the storm is worse than expected and it soon becomes apparent that no rescue will be attempted until the next spring.
Back at home, Shepard is guilt-ridden about leaving his dogs, and stops working as an Antarctic-conditions guide. Five months later, and after a heart-to-heart session with an older, veteran guide, Shepard decides to throw his all into rescuing the dogs. Before leaving for the trip, Shepard patches things up with McClaren, and tells him about his intentions to rescue the dogs. McClaren learns that Shepard does not have enough money to pay for the trip, but tells him that he cannot help him. Soon afterwards, McClaren sees a drawing of the dog team made by his young son, with the title: "My Hero is... THE DOGS WHO SAVED MY DADDY." McClaren realizes the magnitude of his ingratitude and uses the remaining balance of his grant money to finance a rescue mission.
Saturday, July 30, 2011 0 komentar

Dealova ~film


film yang paling menyentuh bagi saya :D jadi inget jaman SMP dulu :p
tapi bagi saya masih bagus novelnya :)
yaa saya tahu, tidak mungkin semua peristiwa dalam novel dibikin adegan dalam film
dan saya juga tahu, setiap orang memiliki pendapat masing-masing terhadap peristiwa yang mana saja yang patut dibikin adegan dalam film :D
 
;