Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts
Saturday, February 25, 2012 4 komentar

Ciri-ciri Novel

Karena dalam posting-an Prosa sempat menyebutkan novel, nah berikut adalah ciri-ciri novel. Ciri-ciri novel inilah yang membedakan dengan karya sastra lainnya ..
  • Novel adalah karya sastra berjenis narasi
  • Novel adalah karya sastra berbentuk prosa
  • Novel adalah karya sastra yang bersifat realis, artinya menceritakan kehidupan tokoh secara nyata, tanpa disertai peristiwa-peristiwa yang gaib dan ajaib. Umumnya novel merupakan tanggapan pengarang terhadap lingkungan sosial budaya sekelilingnya
  • Novel adalah karya sastra yang berfungsi sebagai tempat menuangkan pemikiran pengarangnya sebagai reaksinya atas keadaan sekitarnya. Dalam aliran imprisionisme, pengarang menempatkan dirinya dalam kehidupan yang diceritakan. Perenungan-perenungan pembaca setelah membaca sebuah novel akan tiba pada sebuah pemikiran baru tentang makna hidup
Itulah sekilas mengenai novel. Mungkin yang sering kenal sekarang adalah novel teenlit. Yayaya itu itu novel remaja :D sudah mulai mendunia dan menjadi konsumsi para remaja sekarang.

source: http://basindomd.blogspot.com/2009/02/jenis-karya-sastra-indonesia.html
picture from http://malaxate.co.cc/
0 komentar

Prosa

Waktu jaman sekolah dulu (sekarang kan jaman kuliah *hehe*) sering kita dengar macam-macam karya sastra.  Nah prosa adalah salah satunya. Biar lebih jelas dan paham bentuk prosa ini seperti apa, mari kita lanjutkan membacanya ^^b

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang berbeda dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin " prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif.


Prosa dibagi menjadi dua, yaitu Roman dan Novel. Roman adalah cerita yang mengisahkan tokoh sejak lahir sampai meninggal. Sedangkan novel hanya mengisahkan sebagian kehidupan tokoh yang mengubah nasibnya.

Istilah roman mulai berkembang sejalan dengan munculnya karya sastra Indonesia modern sejak Balai Pustaka. Pada periode tersebut, terbit karya-karya sastra yang monumental seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Sengsara Membawa Nikmat, dan sebagainya. Karya-karya prosa itu disebut roman-roman periode Balai Pustaka. Pada periode selanjutnya yaitu periode Pujangga Baru, muncul pula karya sastra prosa yang disebut roman seperti Layat Terkembang, Belenggu, dan sebagainya.

Pada saat itu, istilah novel belum popular. Bahkan, karya-karya Hamka pun seperti Di Bawah Lindungan Kabah dan Tenggelamnya kapal Van der Wijk yang terbit setelah periode 1945 masih digolongkan ke dalam roman meskipun saat itu istilah novel mulai dikenal. Buku-buku yang menggunakan istilah roman di antaranya Roman dalam Masa Pertumbuhan Kesusastraan Indonesia Modern karangan Aning Retnaningsih, Ikhtisar Sejalan Sastra Indonesia karya Ajip Rosidi, Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi karangan Liberatus Tengsoe Tjahyono. Sedangkan novel mulai banyak dibicarakan sekitar tahun 50-an.

Monday, February 20, 2012 2 komentar

Menulis Esai

Sebelumnya saya telah menulis tentang esai, maka sekarang kita mulai untuk mencoba menulisnya. Agar esai yang kita buat itu bagus dan mudah dipahami serta mendapatkan poinnya, kita bisa ikuti langkah berikut:
Memilih Topik
Memilih topik adalah hal pertama yang dilakukan oleh penulis. Penulis juga hendaknya menentukan apakah akan membuat esai yang merupakan tinjauan umum masalah atau tinjauan/analisis topik secara khusus. Jika ingin menganalisis topik secara khusus, topik sebaiknya dipersempit dan harus spesifik. Topik esai yang penulis sukai akan membuat esai menjadi lebih berkarakter dan kuat. Jadi kita harus paham terlebih dahulu akan topik yang mau diangkat.

Membuat Outline
Outline akan membantu penulis dalam meletakkan ide-ide tentang topik dalam naskah. Esai akan menjadi lebih terorganisir, fokus, dan sistematis. Dengan outline, pembuatan esai akan lebih terarah.

Menuliskan Tesis
Pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya.

Menuliskan Paragraf Pembuka, Tubuh Esai, dan Kesimpulan
Sebagai pembuka dari esai, paragraf pertama sebaiknya dimulai dengan menarik perhatian pembaca. Bisa dengan memberikan suatu informasi nyata atau data yang bisa menjadi ilustrasi untuk poin penulis selanjutnya. Penulis bisa memulai dengan anekdot untuk menggugah rasa minat baca. Pada akhir paragraf pembuka, penulis menuliskan pernyataan tesisnya.

Pada bagian tubuh esai ini, penulis menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi secara lengkap untuk topik yang telah dipilih. Masing-masing ide penting yang penulis tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis.

Kesimpulan merupakan rangkuman poin-poin yang telah penulis kemukakan dan memberikan perspektif akhir kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat, tetapi jangan jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas.

Editing
Penulis hendaknya membaca ulang tulisannya dan meneliti apakah tata bahasa yang digunakan sudah tepat dan apakah kalimat satu dengan yang lain padu atau mengalir dengan lancar. Jika ada yang kurang, penulis bisa merevisi esainya. Pengeditan akan menyempurnakan bahasa esai :)

0 komentar

Apa Itu Esai?

Semenjak saya kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, saya semakin akrab dengan yang namanya esai. Memang di bangku sekolah menengah atas kita sudah mengenal bahkan menerima tugas mengenai hal in. Namun untuk membuat esai yang bagus, sebelumnya kita harus mengerti esai itu apa? Bagi saya ketika jaman SMA, esai ya hanya berupa karangan bebas yang mengangkat suatu topik ^^b hehe namun sejak kuliah saya jadi penasaran apa sesungguhnya esai itu :)


Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. 

Sebuah esai dasar sendiri dibagi menjadi tiga bagian:
  • Pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek.
  • Tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek
  • Konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek.
Menulis esai tidak sama dengan menulis karya tulis lain seperti makalah, opini, atau feature. Dalam menulis esai, penulis dituntut kreativitasnya tersendiri karena ia harus mampu mengungkapkan pemikiran mendalamnya terhadap suatu masalah tanpa bersikap kaku pada pembaca.

Sebuah esai ilmiah harus berisi argumen dan analisis yang jelas serta data-data yang akurat dan kredibel, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca.

.. dari suatu kesalahan, maka kita akan tahu yang namanya kebenaran ..

4 komentar

Menulis Cerpen

Pada masa kini, cerpen sudah tidak asing lagi bagi kita. Rasa-rasanya setiap orang sudah pandai dalam membuat salah satu bentuk sastra ini. Namun, perlu diketahui unsur-unsur yang mendukung dalam cerpen yang dapat semakin menghidupkan cerpen itu sendiri.

Struktur. Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka:

Taruh seseorang di atas pohon.
Lempari dia dengan batu.
Buat dia turun.

Kelihatannya aneh, tapi coba pikirkan baik-baik, karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Nah, ikuti langkah-langkah perencanaan berikut agar cerpen yang kita hasilkan dapat semakin hebat.

Perencanaan Cerpen.
Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita. 
Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya. 
Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.

Sebagai saran, ketika selesai menulis diharapkan memeriksa kembali pekerjaan kita dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras yang sudah kita lakukan dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca.

Tema
Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana kita menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika kita menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini.

Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.

Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, kita harus tetap berfokus pada inti yang telah kita buat jika tidak ingin tulisan kita berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.

Tempo Waktu
Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang kita ceritakan dapat memunculkan tema.

Source: berbagai sumber
Picture from http://daengbaco.blogdrive.com/
Friday, February 17, 2012 0 komentar

Menulis Puisi

Puisi? Pasti tahu kan? Kalau membuat puisi, pernah? Yaa setiap orang seharusnya mampu untuk membuat puisi. Yang penting adalah ia mau menuliskannya. Ada banyak ragam definisi puisi, diantaranya puisi adalah susunan kata yang indah, memiliki makna, terikat konvensi, aturan, dan unsur-unsur bunyi.

Dari aneka ragam definisi yang ada mengenai puisi, menulis puisi memiliki unsur-unsur pokok, yakni tema, diksi, rima, dan gaya bahasa. Sebelum memulai membuat puisi, ada baiknya memperhatikan hal berikut:

  • Tema. Tema adalah gagasan pokok yang dihendaki penyair melalui puisi.
  • Diksi atau pilihan kata. Kata-kata yang digunakan dalam puisi bersifat konotatif dan puitis.
  • Rima. Rima atau yang disebut dengan sajak atau persamaan bunyi.
  • Gaya Bahasa. Unsur puitis selain diksi dan rima yaitu gaya bahasa atau bahasa kiasan.

Itulah unsur-unsur yang setidaknya diperhatikan dalam puisi. Karena hal-hal tersebutlah yang memperindah puisi.

Untuk membuat puisi yang baik, tentu memiliki syarat. Secara umum, suatu karya puisi disebut sebagai karya yang baik apabila unsur-unsur yang menjadi ciri sebuah puisi itu ada pada puisi yang dibuat oleh seorang penulis. Ciri-ciri tersebut seperti menggunakan pilihan kata yang tepat, adanya unsur pencitraan, adanya pemadatan bahasa, adanya kata konkret, mengandung tema serta amanat. Herfanda dalam Aminuddin dkk., (2004:77) menjelaskan bahwa puisi yang bagus adalah puisi yang imajinatif yang dibangun dengan citraan yang indah, utuh dan konkret.

Adapun teknik rekonstruksi parcial cerpen dalam menulis. Teknik rekonstruksi parcial cerpen merupakan teknik yang digunakan dalam menulis puisi dengan cara merekonstruksi atau menyusun kembali cerpen yang telah dibaca secara parsial menjadi puisi (Purpasari, 2010). Sedangkan untuk teknik rekonstruksi parcial cerpen, seseorang diminta untuk merekonstruksi cerpen yang jelas dibacakan menggunakan bahasa sendiri menurut pemahamannya. Namun yang perlu diingat adalah pada tahap penulisan, seseorang diminta untuk tidak menghilangkan unsur-unsur dalam cerpen, seperti tema, amanat, latar, tokoh, penokohan serta unsur intrinstik yang lainnya.

*source: berbagai sumber
*picture from http://umbuspiderno.blogspot.com/2011/10/mengenal-puisi.html
Wednesday, February 15, 2012 0 komentar

Menulis? Apa Susahnya?

Sebenarnya materi ini pernah saya dapat ketika saya masih menjadi mahasiswa baru alias ketika saya masih menapaki jalan semester 1 :D yah yah namanya maba kan pasti nurut aja *hehe*.


Di salah satu mata kuliah, pernah mengadakan kuliah tamu. Kuliah tamu ini mengangkat tema menulis populer dengan menghadirkan pembicara bapak Rudi Santoso. Kurang lebih selama 2 jam kuliah tamu berlangsung. Suasana diskusi sangat hidup. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswa. Dan dengan tenang bapak Rudi menjawab semua pertanyaan tersebut.

Dalam kuliah tamu, bapak Rudi menjelaskan bahwa menulis dipengaruhi 3 hal. Yaitu mendengar, melihat dan membaca. Sehingga bila kita ingin mahir menulis sesuatu yang berkulitas maka kita harus melakukan ketiga hal tersebut.

Hal penting dalam menulis adalah kesederhanaan. Buatlah tulisan yang sederhana yaitu tidak menyiksa para pembaca. Dalam hal ini dikatakan sederhana adalah pamakaian paragraf yang sederhana, penggunaan kalimat baku dengan maksimal 15 kata, menggunakan kata-kata yang biasa digunakan, tidak memakai istilah yang jarang digunakan, menggunakan rumus S-P-O-K, mengggunakan struktur tulisan: problem-solusi, sebab-akibat.

Orientasi pembaca:
  •  Berempati. Yaitu tahu betul siapa pembaca tulisan kita
  • Tulisan harus mudah dipahami
  • Tidak menyiksa pembaca
  • Paham bahwa pembaca sangat beragam
  • Bereksperimen kecil
Ketika orang membaca tulisan kita, pertama pembaca harus paham terhadap apa yang kita maksud dalam tulisan tersebut. Kemudian pembaca harus merasa nyaman terhadap tulisan kita. Seperti pemilihan kata hingga penyusunannya.

Ketika menulis ada beberapa hal yang perlu dihindari, antara lain:

  • Istilah asing. Gunakan istilah yang populer. Janganlah bersembunyi dibalik istilah asing. Ada orang yang menggunakan istilah asing untuk menutupi kekurangannya. Jika terlalu banyak menggunakan istilah asing, maka akan menyiksa si pembaca.
  • Penggunaan jargon, singkatan dan akronim. Karena penggunaan hal tersebut dapat menghambat proses komunikasi yang sedang berlangsung antara penulis dan pembaca.
  • Angka-angka yang rumit. Pembaca lebih menyukai kalimat “sekitar 2.000 jiwa melayang akibat bencana tersebut” daripada “ada 2.173 jiwa melayang akibat bencana tersebut”
Terkadang ketika kita berlatih menulis, maka lama kelamaan kita akan bosan membaca tulisan kita sendiri. Untuk mengatasinya, cobalah baca tulisan orang lain dan ikuti gaya bahasa atau gaya menulis orang lain. Itu salah satu saran dari bapak Rudi.

Berikut adalah tips untuk membuat opini:
  •  Buatlah kerangka tulisan
  • Kenali gaya selingkung media massa yang akan dituju
  •  Buatlah judul yang agitatif (mempengaruhi) yang positif
  • Sertakan data sederhana sebagai pendukung
  •  Masukan kutipan singkat dari tokoh yang menulis hal serupa di media beberapa hari sebelumnya
  • Berikan data anda yang sedikit menjual
Dengan diadakannya kuliah tamu kali ini, diharapkan kita dapat tergugah untuk menulis. Untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas dibutuhkan waktu dan latihan secara konsisten. Dan yakinlah bahwa menulis itu mudah dan Anda mampu melakukannya.


*repost from http://bintang-kecil-ku.blogspot.com/2010/11/menulis-pasti-bisa.html
Wednesday, February 8, 2012 11 komentar

Curcol 50 # Menulis Mimpi

babak ke empat dalam perkuliahan akan segera dimulai. hari ini telah ditentukan saya akan mengambil 22 sks. sebuah angka yang baru dan jumlah sks tertinggi yang pernah saya ambil. dan tentunya angka yang begitu saya sukai :) semoga memberi semangat tersendiri.


dan saat-saat inilah, saya biasa menulis mimpi saya. yaa setidaknya satu semester ke depan. mungkin sebagai bentuk harapan, tapi tetap saja saya menganggapnya sebagai mimpi. toh itu belum terjadi, tapi saya yakin itu semua akan terjadi :)

mungkin ada orang yang menganggap apa yang saya lakukan tidak penting dan tidak berguna. tapi bagi saya yang merupakan tipikal orang yang tidak bisa dituntut orang lain kecuali diri saya sendiri yang menuntut, hal ini sangat membantu :)

mencoba mencapai mimpi-mimpi yang saya tulis sendiri, dan nantinya kan saya coret satu per satu sebagai tanda mimpi itu telah berubah menjadi kenyataan dan saya akan tersenyum melihatnya :)
Saturday, January 28, 2012 0 komentar

Curcol 48 # My Dreams

alhamdulillah semester 3 telah usai. meski penuh dengan canda tawa tangisan yang silih berganti memenuhi semester ini. memang istimewa ya semester 3 ini. semester yang untuk pertama kalinya saya memiliki tanggungjawab dimana-mana. serasa ingin punya duplikat diri saja -__- buat ngerjain semua hal. tapi itulah konsekuensi semua pilihan hidup yang saya ambil :)

dan telah lama pula saya tidak menengok buku merah yang membisu di meja belajar *umm bukan meja belajar, tapi meja penuh tumpukan buku dan kertas ^^v hehe* buku merah yang terakhir kali saya buka di semester 3 awal. yaa buku yang berisi mimpi-mimpi yang terlintas dibenak saya. lucu aneh sederhana tapi tetap saja bagi saya hal tersebut bukan suatu yang sepele. *coreet* *coreett* *coreett* dan saya menuliskan mimpi baru lagi :)

syukur alhamdulillah sekarang *28 Januari 2012 23.30 WIB* sudah 49 dari 116 mimpi yang terwujud ^^b meski kadang kalau baca-baca lagi jadi pengen ketawa :D lucu+aneh sih tapi akhirnya terwujud juga hehe.

saya memang seorang pemimpi. dan saya percaya akan meraih mimpi-mimpi saya meski kebanyakan orang memandang "that's little dream" ... however, I'll reach my little star :)

tulislah mimpimu, percayai mimpimu, usahakan mimpimu, berdoa untuk mimpimu
..
dan lihatlah mimpimu


 
;