Tuesday, December 7, 2010 2 komentar

Berbicara Efektiif, Why Not?

Pada saat mengikuti LKMM PRA TD III FTIF, saya mendapatkan materi “Berbicara Efektif”. Waahh kayaknya keren. Pasti dapat banyak ilmu dari sini.

Namun sebelumnya ada yang tahu arti berbicara? Ya berbicara adalah berkata, bercakap, melahirkan pendapat, berunding.

Lalu bagaimana dengan efektif? Efektif adalah mempengaruhi orang lain.

Hal adalah hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan berbicara:
  •  Tujuan
  • Topik
  • Pendengar (jumlah, tingkat pengetahuan, demografis)
  • Penghubung / media
  • Teknik berbicara. Menurut Abert Menrabhain, teknik berbicara meliputi 7% penggunaan kata, 38% penggunaan nada dan suara, 55% penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh 
  • Batas waktu (konsentrasi pendengar)

Beikut adalah kiat-kiat dalam berbicara efektif:
  • Usahakan agar pesan mudah dipahami
  • Pengirim pesan harus dipercaya oleh penerima
  • Gunakan pesan non verbal sesuai dengan pesan verbal
  • Mengulangi pesan seperlunya
  • Gunakan alat peraga jika dibutuhkan
  • Berusaha dapatkan feed back

Terkadang kita dituntut untuk berbicara di depan umum. dan mau tidak mau kita harus mau. Beriku adalah syarat berbicara di depan umum:
  • Menyusun pikiran sebeum berbicara
  • Sampaikan ide dalam pembicaraan
  • Merumuskan pernyataan seara singkat dan memuat cukup informasi sehingga mudah dipahami
  • Memahami jumlah informasi yang sudah dimiliki pendengar
  • Menyesuaikan rumusan pesan dengan sudut pandang pendengar
  • Kritis dalam memahami argument yang membangun
  • Menyiapkan mental yang kuat
  • Jujur dalam berbicara

Ada beberapa tips yang sekiranya dapat membantu kita untuk terlatih berbicara efektif. Yakni:
  • Tatap mata pendengar
  • Senyum
  • Hindari membuat jarak
0 komentar

Bisakah Kita Menjadi Pendengar Aktif?

Pada saat mengikuti LKMM PRA TD III FTIF, saya mendapatkan materi “Mendengar Aktif”. Saya langsung tertarik dan penasaran terhadap apa yang sekiranya akan dibahas. Karena menurut saya, menjadi pendengar aktif itu tidak mudah. Kita butuh membiasakan diri untuk melakukannya.

Sebelum kita melangkah terlalu jauh, kita harus mengerti maksud dari mendengar. Memiliki kata dasar dengar yang berarti memperhatikan, memahami dan megingat.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjadi pendengar aktif:
  • Beri kesempatan orang lain bicara
  • Beri perhatian penuh
  • Jangan menyela
  • Cobalah mendengar secara aktif
  • Perhatikan bahasa tubuh dan ekspresi pembicara
  • Dengarkan dengan pikiran terbuka
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat kita berbicara agar orang lain dapat mendengar secara aktif:
  • Pilihan kata yang digunakan
  • Pendengar atau orang yang diajak bicara
  • Status relative. Misal sebagai kakak, teman, pembimbing
  • Bahasa tubuh
Dalam berinteraksi, pastinya ada hambatan atau hal yang menghalangi tercapainya tujuan dari interaksi itu. Berikut adalah hambatan-hambatan yang mungkin terjadi:
  • Halangan mental:
  1. Kecepatan berpikir
  2. Keterbatasan wawasan
  3. Menganggap tidak penting
  4. Ketidaksabaran
  5. Prasangka negatif
  6. Kebiasaan buruk (perhatian palsu, menginterupsi)
  • Halangan fisik:
  1. Gangguan kesehatan
  2. Noise
  3. Temperatur
  4. Tata letak
  5. Jarak
  6. Cahaya
Bisakah kita menjadi pendengar aktif? Pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh diri anda sendiri. Bila kita melihat kenyataan yang ada di depan kita, manusia hanya memiliki satu mulut namun memiliki dua telinga. IHal tersebut memiliki arti bahwa alangkah lebih baik manusia itu banyak mendengar daripada berbicara. Namun pada kenyataannya banyak orang yang suka berbicara daripada mendengar.
Monday, December 6, 2010 2 komentar

F1 Tanpa Kimi Lagi

Kimi Raikkonen ketika masih di Ferrari

Yaa... sedih rasanya mengetahui Kimi Raikkonen tidak beraksi di atas jet darat lagi. Hal ini hampir dapat dipastikan karena Kimi Raikkonen sendirilah yang menegaskan bahwa dirinya sudah tidak tertarik untuk kembali ke Formula One (F1).

Sebelum musim 2010 berakhir, memang Kimi sedang ramai-ramainya dibicarakan oleh khalayak pecinta F1. Karena ada kabar bahwa Renault akan menjadi tim barunya di F1 pada musim mendatang.


Meski sempat menyiratkan siap kembali ke F1, tetapi kini Kimi justru memberikan pernyataan yang berbanding 180 derajat. Pembalap Finlandia ini menegaskan tak ingin kembali ke F1 dan masih ingin fokus berkarir World Rally Championship (WRC) di musim depan.

Mengutip perkataan tim manajemen Kimi, Steve Robertson kepada stasiun televisi Finlandia, MTV3 “Kami sama sekali tak berminat untuk kembali ke F1. Untuk saat ini Kimi masih fokus di dunia Rally” (ini saya baca dari suatu media)

Namun pembalap yang berjulukan The Ice Man masih memiliki teka-teki. Bagaiamana tidak , ada kabar yang mengatakan bahwa ia akan kembali pada musim 2012. Kita tunggu saja kebenaran kabar ini. Jangan sampai seperti tahun lalu, bahwasanya Kimi akan kembali pada musim 2011. Namun apa yang terjadi kini?
0 komentar

Lempar dan Tangkap Bola

Lempar dan tangkap bola adalah suatu nama permainan yang pernah saya mainkan. Dan rasanya dari permainan ini, kita semua dapat mengambil banyak pelajaran mengenai bagaimana bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Aturannya adalah kita melempar bola ke arah sebelah kanan. Ketika menerima bola, kami mengucapkan “terima kasih kepada (nama orang yang melempar bola). Nama saya (pemegang bola)” dan ketika akan melempar, kami mengucapkan “bola ini akan saya lempar kepada (nama orang yang dituju)”. Bila belum kenal dan tahu nama orang yang akan dituju, kami diizinkan untuk berkenalan terlebih dahulu dengan bertanya nama dan berjabat tangan. Setelah semua anggota kelompok mendapat giliran untuk melempar dan menangkap bola, aturannya sedikit diubah yakni melempar bola ke arah sebelah kiri dan untuk aturan lainnya tetap, hanya saja setelah menyebutkan nama kami (pemegang bola) dilanjutkan meyebutkan hobi masing-masing. Hingga semua anggota kelompok melakukannya.

Dengan adanya kegiatan ini, kami mendapat banyak hal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Siaga setiap waktu. Tercermin pada saat kita menangkap bola. Kita selalu dituntut untuk siap dalam berbagai situasi. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi didepan sana dan apa yang akan dilakukan orang lain kepada kita. Maka kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.
  • Berterima kasih ketika menerima pemberian dari orang lain. Hal ini tercermin pada saat kita menerima bola dari orang lain. Dengan mengucapkan kata terima kasih kepada orang yang telah memberi, hal tersebut telah menunjukan apresiasi yang positif terhadap tindakan tersebut. Dan tentunya si pemberi akan merasa senang mendengar hal itu. Mengucapkan “terima kasih” sebenarnya mudah, hanya saja akan terasa sulit bila kita jarang melakukannya. Sehingga kita harus membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasih atas pemberian benda atau bantuan dari orang lain.
  • Menghargai orang lain. Apapun yang dilakukan orang lain demi membantu kita atau kebaikan kita, kita patut mengucapkan terima kasih. Terima kasih adalah ucapan yang sangat sederhana namun sangat berarti. Minimal kita mengucapkan terima kasih sebagai penghargaan kepada orang yang telah berbaik hati kepada kita.
  • Berkata positif setiap kali memulai berbicara sehingga orang lain akan memperhatikan. Seperti mengucapkan terima kasih setelah menerima bola. Ketika orang lain mendengar seseorang yang memulai pembicaraan dengan berkata positif, maka orang lain akan senang mendengarnya. Orang lain akan memperhatikan kita yang sedang berbicara. Karena perkataan yang keluar dari mulut kita adalah cerminan dari pribadi kita.
  • Berani berbicara dan tidak canggung untuk diperhatikan. Terkadang ada orang yang tidak terbiasa untuk di pandang oleh banyak orang. Membuatnya gugup dan tidak dapat maksimal terhadap apa yang dilakukannya. Berbicara terkadang menjadi hal yang menakutkan bagi seseorang. Apalagi berbicara di muka umum dimana banyak orang yang menatapnya.
  • Berani memperkenalkan diri kepada banyak orang. Ketika kita menyebutkan nama, pada saat itulah kita dikenal orang. Orang yang tidak terbiasa berbicara di depan banyak orang, tentu akan merasa gugup, canggung dan agak takut. Karena semua mata tertuju kepadanya dan mendengar apa yang dikatakannya. Dengan sering berlatih dan bertemu banyak orang, rasa takut itu akan hilang.
  • Belajar cara memperkenalkan diri dengan baik. Pada saat itu semua orang akan melihat diri kita. Mereka mendengar sekaligus menilai diri kita. Pada saat kita memperkenalkan diri, tidak mungkin pandangan kita kemana-mana ataupun hanya menunduk. Kita harus berani menatap orang di sekeliling kita. Mengenai sikap kita, tentu kita harus bersikap sopan dan menunjukan itikad baik seperti tegap dalam berdiri.
  • Berbagi atau bercerita tentang diri sendiri. Ketika kita menyebutkan hobi, hal itu sudah termasuk berbagi dengan yang lain. Bagaimana bisa orang lain tahu apa yang kita suka atau benci bila kita tidak memberi tahunya. Terlebih pengalaman hidup kita. Kita dapat saling berbagi mengenai hal ini. Karena tiap manusia mengalami hidup yang berbeda-beda. Tentunya pengalaman hidupnya berbeda pula. Hendaknya dengan berbagi pengalaman, kita dapat membuat hidup ini menjadi lebih baik.
  • Mampu menentukan tujuan. Dengan menyebut nama orang yang dituju, hal tersebut telah mencerminkan kita mampu menentukan tujuan kita. Hal ini melatih kita dalam menentukan tujuan. Dengan adanya tujuan atau target maka kita akan termotivasi untuk mencapainya. Kita akan berusaha semaksimal mungkin agar tujuan tersebut tercapai. Bila kita tidak mempunyai tujuan dalam hidup, kita termasuk orang merugi karena kita hanya melaluinya saja. Maka hendaknya kita selalu mempunyai tujuan hidup atau target yang sesuai dengan kemampuan kita dan sekiranya dapat kita capai.
  • Mampu mengetahui usaha yang dibutuhkan agar apa yang diinginkan tercapai. Agar bola sampai pada orang yang dituju, kita perlu tahu seberapa besar usaha dari kita. Jika orang yang dituju jauh dari kita, tidak mungkin kita melempar bola seperti usaha ketika melempar bola kepada orang yang dekat jaraknya dengan kita. Karena bola tidak akan sampai kepada orang yang dituju. Sehingga kita dikatakan gagal mencapai tujuan kita. Maka kita harus tahu benar usaha apa yang harus dilakukan agar tujuan kita tercapai.
  • Berhati-hati. Dalam melempar bola kita harus berhati-hati. Untung saja dalam kegiatan ini kita menggunakan bola plastik, bagaimana kalau terbuat dari sesuatu yang mudah pecah. Tentu sangat merugikan bila benda yang dilempar sampai pecah. Maka kita harus berhati-hati dalam bertindak.
 
;