Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts
Friday, May 15, 2015 0 komentar

The Things That I Got - The Host

Film tahun 2013 ini menjadi salah satu film yang mengangkat soal bumi. Yap! Topik film terkait bumi memang ngga ada abisnya.


What the things that I got?

Hati nurani tidak mampu berbohong. Setiap orang pasti memilikinya. Namun sebesar apa kekuatannya tidaklah sama satu orang dengan lainnya. Yang membuat berbeda adalah tingkat kebersihan hati. Karena menurutku nurani itu pastilah baik. Seperti semua orang itu semuanya baik, sifat mutlak dalam diri seseorang. Lalu mengapa ada orang jahat? Karena ada syaitan yang akan selalu mengganggu iman manusia. Maka mintalah selalu perlindungan pada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Kasih sayang itu berbentuk positif. Kasih sayang dapat terjadi pada siapa saja. Terhadap keluarga, saudara, teman dan juga lawan jenis. Penyayang adalah salah satu sifat Allah. Sehingga bila manusia mengaku 'sayang', maka seharusnya bertindak secara positif dan berakibat positif pula.

Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula. Setiap orang setidaknya akan mengingat 1 kebaikan yang sudah dilakukan orang lain kepadanya. Kebaikan itu akan dikenangnya, selalu. Dan bilapun ada kesempatan untuk membalas kebaikan tersebut, maka pasti akan dilakukan.

Melindungi keluarga dan sanak saudara. Dan tidak seharusnya manusia saling bermusuhan. Karena di dalam Islam, kita manusia adalah saudara. Seharusnya hidup berdampingan dan rukun. 

Berteman dengan siapa saja asal dia baik. Segala atribut yang melekat pada diri seseorang tidaklah penting. Karena semua itu dapat hilang. Bertemanlah dengan orang yang memiliki kebiasaan berbuat baik. Aku menyebutnya kebiasaan karena dinilai ataupun tidak, dilihat ataupun tidak, didengar ataupun tidak, dia akan tetap berbuat baik. Karena hatinya terbiasa berbuat baik.

Friday, April 10, 2015 0 komentar

The Things That I Got - The Maze Runner

Dari judulnya bisa diartikan menjadi Pelari Labirin. Umm berlari-lari di labirin? hehe bisa jadi!!


What the things that I got?

Tidak hanya butuh kekuatan fisik, tapi juga kecerdasan otak dan hati. Namanya juga hidup, segala aspek harus seimbang untuk menopang kehidupan yang tidak menentu. Jadi, fisik - otak - hati butuh kolaborasi yang indah untuk menghasilkan kehidupan yang damai.

"We get out now or we die trying" adalah kata-kata Thomas yang kece banget. Efeknya ke diriku adalah kata-kata itu terus terngiang dan setelah nonton film itu, selain rasa penasaran muncul gimana kelanjutan filmnya, rasa optimis dan semangat timbul di dalam diri. Yap! Kata-kata Thomas hanya terdiri 8 kata tetapi .. maknanya luar biasa. Seperti yang kita tahu, perubahan akan terjadi bila kita menghendakinya dengan cara bertindak. Tanpa ada aksi maka tidak akan ada reaksi. Gagal? Tentu saja ada peluang untuk itu, tapi setidaknya kita sudah berusaha untuk mencoba menggapai keberhasilan.

Segala hal yang terjadi pasti memiliki alasan untuk membaikan diri kita. Entah seperti orang lain yang mengatur, atau memang atas Kuasa Allah secara langsung. Dan ingatlah, setiap orang berperilaku di dunia ini pasti sudah atas seiizin Allah, termasuk perilaku orang lain terhadap kita. Artinya segala yang terjadi terhadap hidup kita, maka Allah pasti tahu dan pasti hal itu membaikan kita.

Rasa optimis yang selalu dijaga. Gampang-gampang susah untuk mempertahankan rasa optimis. Kalo lagi semangat-semangatnya nih, bisa aja kita optimis terus. Tapi bagaimana bila rasa optimis perlahan tergerus dengan rasa takut akan kegagalan? Manusiawi! Kita memang ditakdirkan seperti itu. Tinggal kitanya saja, iya kan?

"Sometimes you don't look very hard for things you don't believe will or can happen.” 
- James Dashner, The Maze Runner
Wednesday, December 15, 2010 0 komentar

Gung Ho ala Ketrampilan Interpersonal (Part 3)

Krisis yang sedang dialami oleh tim adalah:

  • Yang pertama dalam keuangan. Para buruh menggantungkan hidupnya dari pabrik tersebut. Namun nyatanya pabrik itu malah ditutup.
  • Yang kedua saat bertemunya dua budaya yang dapat dikatakan berbeda 180 derajat atau bertolakbelakang. Sehingga banyak pihak-pihak yang berkonflik. Mulai dari budaya dan cara berpikir mereka.
  • Yang ketiga adalah para buruh meminta kenaikan gaji. Para buruh merasa kurang dan tidak dianggep bila hanya mendapat gaji 8 dolar 75 sen per jam. Sehingga mereka menuntut kenaikan gaji yang semula 8 dolar 75 sen per jam menjadi 11 dolar 50 sen per jam.
Hal ini termasuk ke dalam Building Crisis. Yaitu krisis yang terjadi lebih terfokus pada persoalan internal. Perusahaan memang mempunyai peraturan yang mengatur dunia kerjanya. Namun akibat dari kebijaksanaan yang diambil berdasar peraturan itu terkadang terlihat merugikan bagi sebagian orang.

Akibatnya, apapun kebijaksanaan yang baru, tetap saja akan melahirkan pendapat publik yang bisa saja tidak sejalan dengan keteguhan perusahaan dalam menerapkan peraturan-peraturannya. Sehingga diperlukannya penyatuan dan penggiringan opini publik yang positif.

Cara tim mengatasinya adalah
  • Yang pertama, masyarakat Hadleyville mengirim Hunt Stevenson ke Jepang untuk mencari investor. Dan akhirnya usaha itu berhasil, perusahaan Assan Motor Company yang berasal dari Jepang datang.
  • Yang kedua, mereka membentuk forum para buruh. Mereka mencurahkan segala apa yang mereka rasa dan disinilah mereka biasa membuat keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Yang ketiga, para buruh berkumpul di forum para buruh dan mendesak agar Hunt dapat membujuk agar manajemen Assan Motor Company mau menaikan gaji mereka yang semula 8 dolar 75 sen per jam menjadi 11 dolar 50 sen per jam.

Cara Hunt Stevenson sebagai supervisor mengatasi krisis tersebut adalah membuat kesepakatan dengan manajemen Assan Motor Company. Isi kesepakatan itu adalah apabila para buruh dapat membuat 15.000 mobil dalam waktu satu bulan, maka manajemen Assan Motor Company akan menaikan gaji mereka yang semula 8 dolar 75 sen per jam menjadi 11 dolar 50 sen per jam. Bila kurang satu mobil saja, tetap tidak ada kenaikan gaji sama sekali.

Hunt menyebutkan 15.000 mobil dalam waktu satu bulan karena di Jepang pernah terjadi hal tersebut. Hunt hanya ingin menunjukan Amerika dapat menjadi seperti Jepang bahkan lebih unggul serta berusaha agar tuntutan para buruh mengenai kenaikan gaji dapat terpenuhi.

Namun ketika Hunt menyampaikan kesepakatan itu kepada para buruh terjadilah masalah. Para buruh menganggap itu adalah kesepakatan gila. Mustahil dapat menghasilkan 15.000 mobil dalam jangka waktu satu bulan. Mereka pun bertanya-tanya, semisal hanya dapat menghasilkan 13.000 mobil apakah mereka tetap mendapat kenaikan gaji? Hunt pun bingung, dia takut disalahkan oleh para buruh yang sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Namun dilain sisi Hunt telah membuat kesepakatan dengan manajemen Assan Motor Company dan itulah salah satu unjuk diri dan cara agar tuntutan para buruh mengenai kenaikan gaji dapat terpenuhi.

Alhasil, Hunt terpaksa berbohong. Dia berkata kepada para buruh bahwa bila kita menghasilkan 13.000 mobil, tetapi aka nada kenaikan gaji. Namun apa salahnya kita membuat 15.000 mobil? Agar orang-orang Jepang itu tahu bahwa orang Amerika lebih baik daripada mereka. Akhirnya para buruh percaya kepada Hunt dan beranggap hanya dengan menghasilkan 13.000 mobil saja mereka pun tetap akan mendapat kenaikan gaji yang sesuai dengan keinginan mereka.

Namun dari cara tersebut, ada baik dan buruknya. Baiknya adalah bila para buruh mampu menghasilkan 15.000 mobil maka tuntutan mereka akan terpenuhi. Dan hal itu menunjukan bahwa Amerika juga bisa. Dan pabrik itu tetap berfungsi, tidak ditutup kembali.

Sedangkan buruknya adalah Hunt berbohong. Kita tahu seberapa pintar orang menyembunyikan bangkai, maka suatu saat akan tercium juga. Begitu juga dengan Hunt. Akhirnya dia harus mengakui kesalahannya di depan masyarakat Hadleyville dan kehilangan kepercayaan dari teman-temannya yang selama ini mendukungnya.


Jika saya menjadi Hunt Stevenson, yang akan saya lakukan ketika menerima tantangan memproduksi 15.000 mobil adalah menerimanya. Saya mau menerimanya karena saya yakin bahwa para buruh mampu mengerjakannya. Orang Jepang dan Amerika sebenarnya sama saja. Yang membedakan hanyalah budayanya. Kita tahu bahwa manusia memiliki potensi dasar yang sama. Tinggal kita saja yang memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.

Di dalam film pun telah dibuktikan bahwa sebenarnya orang Amerika juga mampu. Mereka hanya tidak yakin di awal bahwa mereka mampu. Apalagi ketika tengah membuat mobil yang hampir mencapai 15.000 masalah timbul. Sehingga aktivitas di pabrik berhenti dan secara langsung berdampak pada jumlah mobil yang dihasilkan.


Menurut saya tidak ada manajemen yang lebih baik. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan pada tim Jepang adalah semangatnya. Mereka tipe orang pekerja keras. Mereka sangat loyal kepada perusahaan. Itulah pegawai yang dibutuhkan bila perusahaan itu ingin maju. Mereka juga bekerja secara tim, tidak individual. Sehingga hasilnya memuaskan. Merek juga sangat tertib saat bekerja. Karena mereka menuntut kesempurnaan.

Dengan kelebihan yang ada pada orang Jepang, ternyata ada yang over sehingga menjadi kekurangan dari tim orang Jepang itu sendiri. Seperti mereka terlalu loyal kepada perusahaan, sampai-sampai ada salah satu pegawai takut untuk ijin pulang lebih cepat karena istrinya sedang melahirkan. Hal itu menunjukan kalau orang Jepang kurang harmonis hidupnya, antara karir dan keluarga. Ada juga ketika ada pegawai yang mengalami kecelakaan kerja, salah satu tim orang Jepang yang tidak lain adalah keponakan boss menyuruh pegawai lainnya tetap bekerja, tidak perlu mengurus pegawai yang kecelakaan kerja tadi.

Tim orang Amerika pun punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah mereka membuat hidup mereka harmonis. Mereka tidak melupakan orang-orang disekitarnya yang mencintainya. Peduli kepada sesama..

Namun ada kekurangannya, yaitu mereka terlalu bebas dan merasa dirinya spesial. Sehingga mereka bekerja secara individual. Mereka juga bekerja seenaknya sendiri atau dapat dikatakan kurang tertib.


Pembelajaran yang dapat diambil dari film Gung Ho ini antara lain:
  • Mengajari kita bagaimana menjadi leader yang baik.
  • Berkata jujur kepada siapapun
  • Dapat dipercaya
  • Mampu memegang amanah
  • Taat pada peraturan yang berlaku
  • Tidak lupa akan orang-orang yang berada di lingkungan sekitar kita, terlebih orang-orang yang sayang dan cinta kepada kita.
  • Membuat kehidupan harmonis
  • Mencari kelebihan dari beberapa hal dan mempersatukannya
  • Berani mengakui kesalahan
  • Menjadi pasangan hidup yang baik atau setia
  • Jangan berkata keras
  • Jangan menjadi musuh dalam selimut
  • Tidak mudah menyerah
  • Memperjuangkan hal dengan mengerahkan segala kemampuan
  • Menghormati perbedaan budaya yang ada di tiap kawasan dunia
  • Membangun kehidupan sosial yang hangat
0 komentar

Gung Ho ala Ketrampilan Interpersonal (Part 2)

Berikut adalah analisis SWOT karakter tim orang Amerika dengan disertai contoh adegan dalam film.

Strength
Mereka mampu membuat hidup mereka harmonis. Mereka tidak melupakan orang-orang disekitarnya yang mencintainya. Peduli kepada sesama sehingga memiliki kehidupan sosial yang cukup hangat dan orang Amerika adalah orang yang berorientasi pada kehidupan keluarga.

Ada salah satu buruh yang ijin pulang lebih cepat untuk menemani anaknya yang akan melakukan operasi. Karena sang anak takut bila tidak ditemani ayahnya. Hal tersebut menunjukan orang Amerika sangat peduli dan memiliki kehidupan sosial yang cukup hangat. Hal ini juga terbukti pada adegan ada salah satu buruh yang mengalami kecelakaan kerja. Mereka saling membantu dan membri perhatian lebih kepada teman mereka yang mengalami kecelakaan kerja tersebut.

Weakness
Mereka adalah orang yang kasual, terlalu bebas dan merasa dirinya spesial. Sehingga mereka bekerja secara individual. Mereka juga bekerja semaunya sendiri atau dapat dikatakan kurang tertib dan kurang disiplin.

Tercermin pada salah satu buruh yang seenaknya sendiri saat bekerja. Datang terlambat namun pulang lebih cepat. Merasa lebih hebat dari Jepang namun tidak dibuktikan dengan usaha. Mereka hanya “merasa” spesial.

Opportunity
Orang Amerika memiliki kesempatan yang besar. Mereka menganggap bahwa bekerja itu natural. Artinya mereka sejak baru dilahirkan sudah memiliki kemampuan untuk bekerja. Mereka juga hidup di negara yang besar yang disegani banyak negara.

Threat
Di dalam diri orang Amerika itu sendiri juga ada hal yang mengancam dirinya sendiri. Karena mereka selalu merasa dirinya spesial, maka hal itu menjadikan diri mereka individualis. Bekerja semau mereka tanpa memperhatikan aturan dan keselamatan kerja.


Berikut adalah analisis SWOT karakter tim orang Jepang dengan disertai contoh adegan dalam film.

Strength

Orang-orang Jepang merupakan tipe orang yang sangat disiplin. Mereka workaholic atau pekerja keras. Orang-orang Jepang itu sangat sopan terlihat pada adegan penyambutan beberapa orang Jepang oleh orang Amerika. Mereka melepas sepatunya saat jalan diatas karpet. Mereka juga tidak duduk lebih dulu dari orang lain, namun duduk bersama-sama. Sikap mereka ini terlihat pada adegan saat hunt bertemu dengan tim orang Jepang. Hunt sempat duduk lebih dulu namun dia berdiri lagi karena tim orang Jepang melihatnya dengan sedikit aneh ketika mengetahui Hunt telah duduk lebih dahulu.

Tim orang jepang terbiasa olahraga terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas. Sebelum bekerja pun mereka olahraga. Seperti pada adegan mereka pertama kali mulai bekerja dengan para buruh. Tim orang Jepang memimpin para pekerja orang Amerika untuk senam pagi.

Sebelum olahraga mereka melakukan pemanasan terlebih dulu. Hal ini terlihat pada adegan sebelum main softball bersama orang-orang Amerika. Orang-orang Jepang melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Mereka sangat tertib yaitu teliti saat bekerja. Dengan CCTV mereka memantau kerja pegawai. Mereka mengecek semua hal. Dan mereka sangat perfeksionis. mereka berpikir bahwa ketika bekerja itu harus tidak ada cacat sama sekali. Itulah spirit mereka.

Sang istri sangat menghormati suaminya. Ketika sang suami akan berbicara bisnis saat makan malam, maka mereka meninggalkan suami-suami mereka dari meja makan. 

Tim orang jepang sangat setia pada perusahaan, bekerja untuk perusahaan bukan uang. Kerja itu pengabdian. Sehingga keloyalan mereka kepada perusahaan sangat tinggi.

Weakness
Dari kelebihan yang dimiliki ternyata ada yang over. Karena mereka workaholic, sehingga mereka hampir tidak mempunyai kehidupan sosial dan keluarga. Tingginya keloyalan mereka malah berubah menjadi loyalitas buta. Sehingga mereka seperti dijadikan robot yang berfungsi hanya untuk bekerja.

Mereka mengabaikan perasaan mereka. Sehingga kehidupan mereka tidak harmonis antara karir atau dunia kerja dan keluarga atau dunia sosial.

Ada adegan pada film itu, yakni ketika ada pegawai yang istrinya mau melahirkan tetapi karena takut pada bos maka mereka lebih memilih tetap di kantor daripada menemani istrinya, padahal mereka ingin sekali menemani istrinya yang sedang melahirkan. Dan itu efek berlebihan dari loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan.

Opportunity
Orang Jepang memiliki kesempatan yang besar dengan spirit yang luar biasa mereka miliki. Terbukti mereka mampu menghasilkan 15.000 mobil per bulannya. Dan kenyataan itu yang membuat Hunt berani membuat kesepakatan dengan manajemen Assan Motor Company mengenai kenaikan gaji para buruh.

Dengan berada di luar negara mereka, mereka seharusnya dapat lebih maju lagi. Caranya dengan belajar dan mengambil sisi positif dari budaya lain.

Threat
Dengan spirit mereka dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, ternyata mengancam kehidupan sosial mereka. Mengabaikan perasaan mereka. Karena kita tahu bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Mereka memiliki perasaan. Bukan halnya robot yang tidak memiliki perasaan, yang mampu diperintah apa saja sesuai kehendak tuannya.


Berikut adalah analisis SWOT karakter tim baru dari “cross culture” antara orang-orang Amerika dan orang-orang Jepang.

Strength
Mereka saling membantu dan bersatu. Terdapat pada adegan para buruh dan tim orang Jepang yang ikut turun tangan demi terpenuhinya kuota, yakni menghasilkan 15.000 mobil.
Memperbolehkan kerja pakai menyalakan radio. Karena tim orang Jepang yang sebelumnya melarang telah menyadari bahwa aspek perasaan sangat berpengaruh pada kinerja seseorang.

Mereka menjadi “Working Together in Harmony” itulah yang terbaik bagi perusahaan. Tidak individualis dan juga tidak melupakan aspek perasaan atau sosial yang sesungguhnya telah mendasari atau melekat disetiap tubuh manusia.

Weakness
Kekurangannya belum terlihat. Namun orang Amerika dan orang Jepang sedikit terlambat menyadari hal ini. Mereka terlalu bangga dengan budaya dan negara mereka. Sehingga munculnya kesadaran mereka akan kelebihan budaya atau negara lain sedikit terlambat.

Opportunity
Mereka memiliki kesempatan yang sangat besar. Tentunya bila dengan spirit yang mereka miliki sekarang. Bisa saja mereka dapat lebih maju daripada perusahaan mobil di Jepang. Sehingga akibatnya kota kecil, Hadleyville, dapat berkembang juga. Serta kehidupan penduduk kota tersebut dapat lebih baik lagi.

Threat
Ancaman ini dapat berasal dari saudara mereka sendiri. Maksudnya adalah mungkin saja ada pihak yang tidak menyukai persatuan dua budaya ini. Mereka terlalu fanatic dengan budaya atau negaranya. Mereka menganggap budaya atau negaranya lah yang terbaik. Padahal belum tentu seperti itu.
0 komentar

Gung Ho ala Ketrampilan Interpersonal (Part 1)

Pada minggu ini mata kuliah Ketrampilan Interpersonal berada di dalam kelas (indoor). Kami menonton film Gung Ho bersama-sama. Pemeran utama film ini dimainkan oleh Michael Keaton sebagai Hunt Stevenson, penghubung antara pihak manajemen Assan Motor Company dengan para buruh dan Gedde Watanabe sebagai Takahara Kozihiro yang berperan sebagai direktur manajemen perusahaan yang berasal dari Jepang itu.

Berikut adalah resume keseluruhan alur film Gung Ho:

Di sebuah kota kecil di negara Amerika, yakni Hadleyville terdapat sebuah pabrik mobil yang telah berdiri sejak 35 tahun yang lalu, namun sejak 9 bulan yang lalu pabrik ini ditutup. Meskipun demikian, pabrik ini telah diperbaiki 2 tahun yang lalu dengan peralatan baru. Dengan kata lain kondisi pabrik dalam keadaan prima. Para pekerja pabrik mobil ini adalah penduduk kota yang semuanya mengandalkan hidup dari pabrik tersebut. Sehingga demi dibukanya kembali pabrik tersebut, Hunt Stevenson dikirim ke Jepang untuk mencari investor. Pencarian Hunt berhasil dengan kehadiran Assan Motor Company sebagai manajemen yang baru di pabrik mobil Hadleyville tersebut. 

Dalam penyambutan kedatangan tim orang Jepang oleh masyarakat Hadleyville pun sudah menunjukan suatu perbedaan yang mencolok. Meski penyambutannya sangat meriah, namun terlihat banyak kekurangan atau belum siapnya mereka dalam menyambut. Dan terlihat mimik wajah dari orang Jepang kurang menyukainya. Namun tim orang Jepang berusaha untuk memakluminya.

Tim Jepang adalah tipe orang pekerja keras. Mereka memiliki prinsip kepentingan perusahaan harus berada di atas segalanya. Mereka tetap menggunakan prinsip tersebut di Amerika dan mencoba menanamkan prinsip mereka kepada para pekerja Amerika dengan berkata, “Kita harus membangun semangat. Kita harus menjadi sebuah tim dengan hanya sebuah tujuan. Semua hanya memikirkan perusahaan”. Dengan adanya perbedaan budaya kerja di antara pekerja Jepang dan Amerika seringkali menimbulkan permasalahan di pabrik.

Budaya kerja orang Jepang lebih menitikberatkan pada kinerja tim dan loyalitas pada perusahaan, sedangkan Amerika dengan segenap keegoisan dan kesombongan mereka lebih mengutamakan kerja individual, dalam arti ingin selalu dianggap spesial.

Para buruh menuntut kenaikan gaji dan berharap dengan perantara Hunt hal itu dapat terjadi. Para buruh menginginkan kenaikan gaji dari 8 dolar 75 sen per jam menjadi 11 dolar 50 sen per jam. Alhasil Hunt membuat kesepakatan dengan pihak manajemen Assan Motor Company. Pihak manajemen Assan Motor Company akan memenuhi tuntutan tersebut jika pekerja dapat memenuhi produksi sebanyak 15.000 mobil dalam sebulan. 

Namun saat forum buruh, Hunt menemui kesulitan untuk meyakinkan para buruh kalau mereka mampu membuat 15.000 mobil. Mereka menganggap hal tersebut mustahil untuk terjadi. Akhirnya, agar Hunt tidak disalahkan atas kesepakatan yang dia buat dengan manajemen Assan Motor, Hunt mengatakan bahwa hanya dengan 13.000 mobil pun para buruh akan mendapat kenaikan gaji yang mereka inginkan.

Akibat kebohongan Hunt, masalah lain pun timbul dan mengancam tertutupnya kembali pabrik mobil tersebut. Dan dengan terpaksa, Hunt mengakui kesalahannya di depan masyarakat Hadleyville bahwa sebenarnya tidak ada kesepakatan mengenai 13.000 mobil, namun yang ada adalah 15.000 mobil. Khalayak pun kecewa dengan tindakan Hunt.

Kondisi yang sama hampir dirasakan oleh Kozihiro. Karirnya terancam karena ulah para buruh yang mogok kerja semenjak mereka tahu tidak ada kenaikan gaji bila tidak menghasilkan 15.000 mobil tiap bulannya.
Meski demikian pada akhirnya, keduanya dapat memahami kelebihan budaya masing-masing. Saat Hunt menyadari bahwa pekerja Jepang memang bisa bekerja lebih cepat, lebih baik, dan lebih lama, setidaknya dapat mengubah budaya kerja buruh Amerika yang terkesan semaunya.

Begitu pula dengan Kozihiro, dia menyadari bahwa dia terlalu penurut, seolah-olah hidup hanya untuk kerja dan perusahaan tanpa memperdulikan hal yang lebih penting, yaitu orang-orang yang mencintainya.

Akhir cerita, tim orang Jepang dan Amerika bersatu dan berhasil membuat 15.000 mobil meski sempat terjadi banyak kendala. Film ini tidak hanya menunjukan keberhasilan Hunt Stevenson dalam berkomunikasi dengan para buruh, tetapi juga menyiratkan pesan moral untuk menghormati perbedaan budaya yang ada di tiap kawasan dunia.
Monday, December 6, 2010 3 komentar

"Nonton Bareng" Saat Kuliah Ketrampilan Interpersonal

Pada mata kuliah Ketrampilan Interpersonal minggu ke-9, kami berada di dalam kelas (indoor). Kami menonton film Good Will Hunting bersama-sama.

Kisah yang luar biasa ini hadir pada tahun 1997. Pemerannya antara lain Matt Damon, Robin William, Ben dan Casey Affleck, Minnie Driver, Cole Hauser, dll.
Di film ini, Will Hunting (Matt Damon) memerankan pemuda genius yang memiliki masa lalu kelam. Selama 20 tahun, Matt hidup dalam kondisi kesepian dan kesendirian. Dia memang memiliki tiga orang sahabat yang selalu menemaninya, namun dalam hatinya, dia menyimpan ketakutan masa lalu.

Dia bekerja sebagai cleaning service di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Secara diam-diam, dia berhasil memecahkan sebuah soal tantangan Prof. Gerald Lambeau yang sebetulnya diberikan kepada muridnya. Kampus menjadi heboh ketika mengetahui soal super sulit tersebut berhasil dipecahkan. Namun tidak ada yang tahu siapa orang pintar itu.

Hingga akhirnya secara tak sengaja, Prof. Gerald Lambeau memergoki Will tengah menyelesaikan soal lain di papan tulis koridor kampus. Will yang kepergok langsung pergi dan memutuskan untuk berhenti bekerja. 

Karena masa lalu yang buruk, Will dewasa mudah sekali terpacu emosi, bersama temannya dia memukuli gerombolan yang baru saja mengganggu seorang wanita. Will semakin kesal ketika tahu bahwa ketua berandalan tersebut adalah orang yang sejak kecil suka mengganggunya.

Will ditangkap polisi dan harus mengikuti sidang. Disini kecerdasan Will ditantang. Ternyata bukan sekali itu saja Will melakukan tindakan pemukulan. Dikarenakan argumentasinya yang cerdas, Will selalu bebas. Di tempat lain, dia sempat membuat malu pemuda sok pintar, ketika sahabatnya -Ben Affleck hendak mendekati seorang mahasiswi MIT. Ben yang terpojok, segera mendapat bantuan Will yang sepertinya tahu segala hal itu. Di sana pula ia berkenalan dengan Skylar, cewek pintar yang lalu ia cintai.

Banyak sekali adegan-adegan yang menunjukkan betapa pintarnya Will Hunting. Misalnya saja ketika dia harus penghadapi beberapa psikiater yang ditunjuk oleh Prof. Gerald Lambeau. Prof. Gerald Lambeau yang merasa kepintaran Will akan sangat berjasa bagi dunia, mencoba membujuk Will agar bekerja pada pemerintah. Namun bukan itu yang Will inginkan.

Ia mengerti banyak hal ketika bertemu Robin William, psikiater ke-6 yang direkomendasi Prof. Gerald Lambeau. Pada awalnya hubungan mereka sudah terlihat menarik. Walau tetap terjadi konflik kecil. Robin berusaha membuat Will agar menumpahkan segala kesedihan masa lalunya. Dan itu sangat sulit sekali. Hingga akhirnya benteng pertahanan Will hancur. Adegan Will menangis dipelukan Robin sangat menyayat hati.

Dengan menonton film ini, banyak pelajaran yang dapat diambil:
  • Tidak cukup bila kita hanya pintar 
  • Terbuka atau berbagi kepada orang lain 
  • Menghargai orang yang sedang berbicara 
  • Mampu mengontrol emosi 
  • Jangan keras kepala 
  • Manusia suka kebebasan bukan tekanan 
  • Mampu memilih 
  • Tanggung jawab 
  • Tidak sombong 
  • Menyimak dan mendengarkan dengan baik ketika orang lain berbicara 
  • Menjaga perasaan orang lain
  • Tahu cara bersikap 
  • Taat pada peraturan
  • Peduli kepada sesama 
  • Kebersamaan 

  • Tanggap ketika mendengarkan orang lain berbicara 
  • Melatih kepekaan 
  • Percaya diri atau tidak minder atas apa yang kita miliki
 
;